search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode

BERITAKARANGASEM.COM, KARANGASEM.

Fenomena di tengah lesunya perekonomian dampak pandemi Corona seolah berbanding terbalik dengan peredaran gelap Narkotika di Gumi Lahar.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem menilai, tren peredaran narkotika di gumi lahar cenderung mengalami peningkatan di tengah Pandemi Corona ini. 

Berdasarkan data yang dirilis BNNK Karangasem, dari bulan Januari hingga Mei 2021 ini saja pihak kepolisian telah mengungkap setidaknya 18 kasus narkotika. 

Meski baru bulan ke lima, namun jumlah kasus tersebut telah melampaui jumlah kasus di tahun 2020 yang hanya berjumlah sebanyak 15 kasus saja bahkan di tahun 2019 lalu hanya 11 kasus dalam satu tahun.

"Peredaran narkotika justru meningkat di tengah pandemi, saat ini narkoba sudah menjangkau semua kalangan baik itu kalangan atas maupun kalangan bawah seperti pengusaha, sopir, hingga buruh harian, bahkan informasi yang dihimpun meski perekonomian lesu, namun mereka ini (para pecandu) menyiasati dengan cara patungan membeli barang haram tersebut dan dipakai ramai ramai juga," ujar PLT BNNK Karangasem, Kompol. A.A Gede Mudita usai membuka kegiatan Raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba pada Kamis (27/05/2021).

Ia menjelaskan, motif pemakai sendiri bisa dibilang klasik, ada yang memulai dengan coba - coba, dipancing gratisan hingga iming - iming membuat tubuh vit dan kuat bekerja hingga pada akhirnya menjadi kecanduan.

Oleh sebab itu, dalam memerangi peredaran narkotika tidak bisa dilakukan oleh BNNK dan instansi terkait saja melainkan diperlukan kerja sama dan peran serta semua komponen dalam upaya mencegah peredaran gelap narkotika.

Sementara itu,di Kabupaten Karangasem sendiri disinyalir lebih banyak pemakai daripada pengedar. Ia juga menilai dari 8 Kecamatan yang ada, wilayah Kecamatan Kubu menjadi wilayah yang dianggap paling rawan terkait peredaran narkoba di samping kawasan pelabuhan dan Galian C yang dicurigai sehingga mendapat antensi khusus dari pihak BNNK Karangasem bersama pihak Kepolisan.

Editor: Robby Patria

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritakarangasem.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Karangasem.
Ikuti kami